Hari ini adalah hari jum'at ke sekian kalinya Nano harus mempersiapkan sound system musholla, dan ke sekian kali pula ia harus pulang lebih lambat di banding teman-temannya, sampai-sampai ibunya bilang kalo dia itu ngathok (jawa: artinya menjilat) sama sekolah atau gurunya agar dapat nilai bagus dan sebagainya. Kata-kata ibunya yang tidak enak itu tak membuat Nano mundur dari pengurus musholla. Bahkan dia semakin semangat mengurus musholla, apalagi karena mimpi semalam yang menurut dia sungguh aneh.
Iya, aneh. Bagaimana tidak aneh, dalam mimpi itu dia memakai ghomis dan surban layaknya seorang kiayi, bahkan seperti di film wali songo. Bagaimana tidak aneh, dia yang selama ini sangat awam dalam agama, tahu-tahu dalam mimpi itu di tunjuk menjadi penasehat raja dan disaksikan seluruh penduduk negeri, karena pelantikan itu dilakukan di sebuah lapangan yang sangat luas. Bahkan teman-temannya satu kelas mencibir dan mengata-ngatai dengan perkataan yang tidak enak di dengarkan. Kemudian para pelayan dan dayang menyiraminya dengan air kembang yang harum dan semerbak yang dia rasakan sampai bangun dari tidurnya.
Dia bangun tidur dalam kondisi masih tidak percaya dan keheranan. Bagaimana mungkin mimpi itu ketika dia bangun masih terasa bekas air di tangannya. Mungkinkah itu ibunya yang membangunkannya? Ah tidak. Ibunya masih tertidur lelap, karena jam masih menunjukkan jam setengah tiga malam. Tanpa pikir panjang dia langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk buang air dan mengambil air wudhu'.
Suasana malam jum'at ini memang aneh, tiba-tiba setelah mimpi itu dia jadi pengin sholat dan meminta petunjuk, apakah arti dari mimpinya itu. Dulu, guru agamanya pernah bilang, kalau mimpi aneh atau bagus, hendaknya berdo'a minta petunjuk dan perlindungan dari kejahatan mimpi tersebut. Tapi dia berharap, mudah-mudahan mimpi ini adalah pertanda bagus buat dirinya.
Wah, jam sudah menunjukkan jam sebelas lewat tiga puluh menit, jama'ah sudah pada datang untuk sholat jum'at. Semua siswa yang muslim sholat jum'at baik pria maupun wanita, karena ada tugas agama untuk meringkas isi kutbah jum'at setiap minggunya. Tanpa canggung, Nano mengumumkan kepada jama'ah untuk merapatkan shaffnya baik laki-laki maupun perempuan di tempatnya masing-masing. Dan hari itu musholla Al Kautsar penuh sesak oleh jema'ah.
Kebetulan petugas adzan dhuhur hari itu lagi tidak masuk, maka sebagai cadangannya, Nano terpaksa maju ke depan untuk adzan sekaligus menjadi bilalnya. Suara Nano yang khas dan mendayu dayu menghanyutkan pendengarnya yang juga ikut menjawabnya. Nano dahulu adalah seorang vokalis band, tapi karena teman-teman satu grupnya tidak ada yang masuk sekolah favorit ini, maka bakat Nano yang terpendam itu tidak tersalurkan. Hanya adzan dan iqomah lah yang sekarang sering dia lakukan. Ya, ternyata Allah memiliki rencana di balik semua itu. Allah inginkan kebahagiaan Anak itu mulai saat ini. Allah akan menanamkan sedikit-demi sedikit kecintaan Agama kepadanya.